Perempuan, Alam, dan Pangan: Analisis Eko-Feminis Sosial dalam Perspektif Teologi Feminis

Authors

  • Merilyn Merilyn Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
  • Desy Natalia Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
  • Krisma Natalia Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.53814/eleos.v5i2.405

Keywords:

teologi feminis, ketahanan pangan, sosiologi, perempuan

Abstract

Abstract: Household food security is related to economic or production aspects and shaped by gender relations, spirituality, and ecological conditions. This article aims to examine the role of women in sustaining household food security through a feminist theological approach enriched by ecotheological and sociological perspectives, focusing on Dayak women in Luwuk Bunter, East Kotawaringin, Central Kalimantan. This study employs a qualitative method using in-depth interviews, observation, and participatory documentation. The findings reveal that women play strategic roles as food producers, managers, and processors, while also serving as guardians of ecological and spiritual values in their relationship with nature. Agricultural and food-related practices are understood as expressions of faith and ecological responsibility. However, these contributions remain marginalised by patriarchal structures and the environment; crises. The study concludes that recognising women as theological and social subjects is essential for achieving gender-just and sustainable household food security.

Abstrak: Ketahanan pangan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan produksi, tetapi juga relasi gender, spiritualitas, dan kondisi ekologi. Artikel ini bertujuan mengkaji peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga melalui pendekatan teologi feminis yang diperkaya oleh perspektif ekoteologi dan analisis sosiologi, dengan studi terhadap perempuan Dayak Desa Luwuk Bunter, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan strategis sebagai produsen, pengelola, dan pengolah pangan sekaligus penjaga nilai ekologis dan spiritual dalam relasi dengan alam. Praktik berladang, berkebun, dan mengelola pangan dimaknai sebagai ekspresi iman dan tanggung jawab ekologis. Namun, dalam kontribusi tersebut masih terpinggirkan oleh struktur dan sistem patriarki serta krisis lingkungan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengakuan terhadap perempuan sebagai subyek teologis dan sosial merupakan kunci bagi terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga yang berkeadilan gender dan berkelanjutan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Carolyn Merchant. (1980). The Death of Nature: Women, Ecology, and the Scientific Revolution. Harper & Row.

Conradie, E. M. (2006). Christianity and Ecological Theology. SUN PRESS.

Cristina Eghenter. (2018). Perempuan, Peran, dan Kearifan Lokalnya dalam Ketahanan dan Kedaulatan Pangan. WWF Indonesia. https://www.wwf.id/id/blog/perempuan-peran-dan-kearifan-lokalnya-dalam-ketahanan-dan-kedaulatan-pangan

Elizabeth A. Johnson. (2014). Ask the Beasts: Darwin and the God of Love. Bloomsbury Continuum.

Françoise d’Eaubonne. (2022). Feminisme or Death. Verso Books.

Gadis Arivia. (2003). Filsafat Berperspektif Feminis. Yayasan Jurnal Perempuan.

Gebara, I. (1999). Longing for Running Water : Ecofeminism and Liberation (Vol. 10, Issue 3). Fortress Press.

Gebreyohannes, N. M., & David, A. D. (2022). Women and Nature : An Ecofeminist Reading of Chimamanda Ngozi Adichie ’ s Purple Hibiscus. MDPI, 2(3), 187–188.

Indonesia Kini. (2025). kehadiran pt seal di luwuk bunter diharapkan menjadi penunjang perekonomian warga sekitar? https://indonesiakini.id/

James C. Scott. (1998). Seeing Like a State: How Certain Schemes to Improve the Human Condition Have Failed. Yale University Press.

Junianita Fridianova Sopamena. (2019). Kontribusi perempuan terhadap penerimaan rumahtangga masyarakat pulau kecil (studi kasus kecamatan teluk ambon kota ambon). Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 3, 720–729. https://doi.org/Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) ISSN: 2614-4670 (p), ISSN: 2598-8174 (e) Volume 3, Nomor 4 (2019): 720-729 https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.04.7

Karen J. Warren. (2000a). Ecofeminist Philosophy: A Western Perspective on What It Is and Why It Matters. Rowman & Littlefield.

Karen J. Warren. (2000b). Ecofeminist Philosophy: A Western Perspective on What It Is and Why It Matters. Rowman & Littlefiled Publishers.

Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the Gap : why do people act environmentally and what are the barriers to. Environmental Education Research, 8(3), 239–260. https://doi.org/10.1080/1350462022014540

kotimkab. (2024). Bersiaga menghadapi Bencana Karhutla. https://kotimkab.go.id/bersiaga-menghadapi-bencana-karhutla/

Leslie E. Sponsel. (2012). Spiritual Ecology: A Quiet Revolution. Praeger.

Maria Mies. (1987). Patriarchy and Accumulation on a World Scale. Zed Books.

Maria Mies, V. S. (1993). Ecofeminism. Zed Books.

Marie Claire Barth. (2003). Hati Allah Bagaikan Hati Seorang Ibu. BPK Gunung Mulia.

Mata Kalteng. (2025). saat air menghilang warga luwuk bunter menyusun perlawanan senyap hadapi kemarau? https://www.matakalteng.com/daerah/kotawaringin-timur/2025/08/01/saat-air-menghilang-warga-luwuk-bunter-menyusun-perlawanan-senyap-hadapi-kemarau?utm_source=chatgpt.com

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Offset.

Pinho, R. De, Guin, F., Maria, L., Jesus, D., Amaro, C., Vasconcelos, D. De, Aguiar, T., & Barracosa, P. (2021). Food Security and Sustainability : Discussing the Four Pillars to Encompass Other Dimensions. Foods, 10(11), 1–26. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/foods10112732

Rosemary Radford Ruether. (1992). Gaia and God: An Ecofeminist Theology of Earth Healing. (Issue 4). Harper & Row.

Rosemary Radford Ruether. (1995). Ecofeminism: Symbolic and Social Connections of the Oppresion of Women and the Domination of Nature. Feminist Theology, 03(09), 35–50.

Rosemary Radford Ruether. (1996). Women Healing Earth: Third World Women on Ecology, Feminism, and Religion (Ecology & Justice). Orbis Books.

Sajogyo & Pudjiwati Sajogyo. (2012). Sosiologi Pedesaan. Gadjah Mada University Press.

Sallie McFague. (1987). Models of God: Theology for an Ecological, Nuclear Age. Fortress Press.

Vanda Shiva. (2005). earth-democracy. South End Press.

Vandana Shiva. (1989). Staying Alive: Women, Ecology and Development. Zed Press.

Vivero-pol, J. L. (2017). Food as Commons or Commodity ? Exploring the Links between Normative Valuations and Agency in Food Transition. Sustainability, 9(3). https://doi.org/10.3390/su9030442

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Merilyn, M., Desy Natalia, & Krisma Natalia. (2026). Perempuan, Alam, dan Pangan: Analisis Eko-Feminis Sosial dalam Perspektif Teologi Feminis. ELEOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 158–171. https://doi.org/10.53814/eleos.v5i2.405