Musik sebagai Media Pembelajaran: Telaah Kidung Musa dalam Ulangan 32
DOI:
https://doi.org/10.53814/eleos.v5i2.350Keywords:
Kidung Musa, Media Pembelajaran, musik, Pendidikan Agama Kristen, Ulangan 32Abstract
Abstract: The widespread popularity of contemporary music among today’s Christian children and teenagers reflects a serious content crisis in religious music. Many songs are sung merely for their catchy rhythms, without a deep understanding of their meaning, and are often adapted from secular culture with modified lyrics to appear spiritual. This crisis poses a significant threat to the formation of faith and the psychosocial-spiritual development of the young Christian generation. This article addresses the issue by presenting the Song of Moses in Deuteronomy 32 as an early model of music that serves as an effective, intergenerational medium for faith education. The study employs a descriptive qualitative method with a library research approach, examining biblical literature, Christian educational theology, child developmental psychology, and music theory in faith learning. The findings reveal that the Song of Moses is a concrete example of music used as an educational tool to warn, shape, and strengthen the faith of the people of Israel. The song was designed by God to be remembered and internalised across generations as a means of embedding divine truth. The study further shows that sacred music can be an effective strategy in Christian Religious Education (CRE), particularly in teaching faith values to children and youth. Music composed with theological and pedagogical considerations has the potential to deepen doctrinal understanding, build a personal relationship with God, and inspire authentic Christian living. Therefore, this article recommends that churches and Christian educational institutions develop contextual, biblical, and age-appropriate faith-learning songs.
Abstract: Fenomena maraknya musik populer yang digemari oleh anak-anak dan remaja Kristen masa kini menunjukkan adanya krisis konten yang serius dalam musik keagamaan. Banyak lagu yang dinyanyikan hanya karena iramanya yang menarik, tanpa pemahaman makna yang mendalam, bahkan tak jarang diadopsi dari budaya sekuler dengan lirik yang dimodifikasi agar tampak rohani. Krisis ini menjadi ancaman bagi pembentukan iman dan perkembangan psikospiritual generasi muda Kristen. Artikel ini merespons isu tersebut dengan mengangkat Kidung Musa dalam Ulangan 32 sebagai model awal dari musik yang berfungsi sebagai media pendidikan iman yang efektif dan lintas generasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang menelaah literatur Alkitabiah, teologi pendidikan Kristen, psikologi perkembangan anak, dan teori musik dalam pembelajaran iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kidung Musa merupakan contoh konkret penggunaan musik sebagai alat edukatif untuk memperingatkan, membentuk, dan memperkuat iman bangsa Israel. Lagu tersebut dirancang Tuhan agar diingat dan dihayati lintas generasi sebagai bentuk internalisasi kebenaran ilahi. Temuan ini juga menunjukkan bahwa musik rohani dapat menjadi strategi yang efektif dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), khususnya dalam pengajaran nilai-nilai iman kepada anak dan remaja. Musik yang disusun dengan pendekatan teologis dan pedagogis berpotensi memperkuat pemahaman doktrin, membangun hubungan personal dengan Allah, dan mendorong praktik hidup Kristen yang otentik. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan perlunya gereja dan lembaga pendidikan Kristen mengembangkan lagu-lagu pembelajaran iman yang kontekstual, alkitabiah, dan relevan
Downloads
References
Boiliu, Noh Ibraihm. “Pedagogi Dalam Ulangan.” In Teologi Perjanjian Lama Dalam Praksis Pendidikan Agama Kristen Upaya Membangun Teologi PAK Alkitabiah, 131–145. Jakarta: UKI Press, 2021.
Harun Y Notanis. “Tinjauan PAK Dalam Perspektif Perjanjian Lama Dan Relevansi Bagi Pak Masa Kini Dan Akan Datang.” In Teologi Perjanjian Lama Dalam Praksis Pendidikan Agama Kristen Upaya Membangun Teologi Pak Alkitabiah, 93–130. Jakarta: UKI Press, 2021.
Irwan Heruadi, Resnita Resnita, Ikbal Saogo, Aldo Master, and Junardi Sihaloho. “Filsafat Hedonisme Epikuros: Sebagai Refleksi Bagi Remaja Kristen.” Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 1 (2024): 11–23.
Kandowangko, L, and S A Sianipar. “Mengonstruksi Ruang Sakral Melalui Peran Anak Muda Dalam Pelayanan Musik Gereja.” Psalmoz 3, no. 1 (2022): 79–88. https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/psalmoz/article/view/1018%0Ahttps://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/psalmoz/article/download/1018/713.
Kristiantoro, Kristiantoro, and Fredik Melkias Boiliu. “Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Melalui Musik Gerejawi Pada Anak.” Jurnal Education and Development 11, no. 1 (2022): 192–204.
Larosa, Setiaman. “Nyanyian Rohani Anak Berbasis Cerita Alkitab Sebagai Media Untuk Mengajarkan Iman Anak.” Jurnal Apokalupsis 14, no. 1 (2023): 1–21.
Ningrum, Vidia. “Pengaruh Media Musik Dan Lagu Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Kelompok B Di TK Pratama II Bandar Lampung.” Skripsi (2022): 1–81.
Rewah, Priskila Eunike, Olivia Cherly Wuwung, Jefri Mailool, Institut Agama, Kristen Negeri, and Manado Abstract. “Pengaruh Musik Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Pelayan Altar.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 14 (2024): 164–175. https://doi.org/10.5281/zenodo.13361683.
Sasongko, Michael Hari. “Menelaah Lagu Puji-Pujian Kristen: Kajian Ekstramusikal.” Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni 4, no. 2 (2021): 96–110.
Siahaan, Elisabeth Cristiani, and Benyamin Telnoni. “Media Musik Sebagai Pendekatan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 5 (2022): 6856–6864.
Sianipar, Gabriel. “Implementasi Mengembangkan Kreativitas Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.” REI MAI : JURNAL ILMU TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN 1, no. 2 (2023): 75–91.
Simamora, Delima, Jhonnedy Kolang, Nauli Simatupang, Samuel Sulistiyo, Sekolah Tinggi, Teologi Wesley, and Methodist Indonesia. “Integrasi Pendidikan Agama Kristen Sebagai Praktika Musik Dalam Liturgi Kreatif.” Jurnal Ilmia Teologi Wesley 2, no. 2 (2025): 6–9.
Stickle, Ben. “Messages in the Music: A Lyrical Analysis of Rap, Country, Pop and Christian Music” (n.d.). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=jyyHeIwAAAAJ&citation_for_view=jyyHeIwAAAAJ:u-x6o8ySG0sC, 2015.
Sumarto, Yonatan. “Tinjauan Teologi Atas Fenomena Musik Kristen Kontemporer Dari Perspektif Alkitab.” Forte: Jurnal Musik Gerejawi 1, no. 1 (2018): 1–15.
Syaharani Astuti and Khodijah Dra. “Lagu Sebagai Cermin Psikologis Generasi Muda: Studi Kesehatan Mental Dalam Karya Musik Hindia.” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan 3, no. 4 (2025): 2891–2895. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.800.
Tampubolon, Yokhebet Paulina, and Agus Marulitua Marpaung. “Integrasi Musik Gereja Dan Pendidikan Kristen Berdasarkan Teologi Rasul Paulus.” Psalmoz 5, no. 1 (2024): 1–7. https://deateytomawin.wordpress.com/2009/03/19/.
Utomo, Yunatan Krisno. “Musik Kontemporer Dalam Lbadah Kaum Muda : Memahami Lbadah Kaum Muda Sebagai Kultur.” Jurnal Youth Ministry 3, no. 2 (2015): 5–16.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Priskila Erlikasna br Tarigan, Agus Marulitua Marpaung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




